..Fayruz Asy Syaathirii.. ^_^

24 Desember 2011

Resensi Novel : Flashback ke Alam Rahim


RAHIM, Sebuah Dongeng Kehidupan
Penulis: Fahd Djibran 
Penyunting: Nita Taufik
Kategori: Novel
Genre: Pendidikan Seks
Penerbit: Goodfaith Production
Cetakan: Pertama, Juni 2010
Tebal: ix + 316 halaman
    
  "Kau tahu, belakangan banyak sekali anak-anak yang tak menghargai ibunya. Anak-anak yang tak menyayangi ibunya. Anak-anak yang sama sekali lupa bahwa mereka pernah meminjam setengah nyawa ibunya ketika hidup selama sembilan bulan di dalam kandungan ibunya. Entah virus apa yang menyerang pikiran mereka, mematikan perasaan mereka. Saat mereka beranjak dewasa dan memiliki kehidupannya sendiri secara penuh, mereka seperti melupakan semuanya; bahwa ibulah yang membantu mereka sampai ke Alam Dunia, bahwa ibulah yang merelakan tubuhnya kau tumpangi selama kurang lebih sembilan bulan sebelum kau dilahirkan, bahwa ibulah yang mempertaruhkan nyawanya ketika kau harus datang ke Alam Dunia."

      Fahd Djibran kembali menghadirkan sihir dalam setiap kalimatnya. Rahim, sebuah dongeng kehidupan menceritakan perjalanan manusia di alam rahim. perjalanan yang tak seorangpun  mampu mengingatnya. namun, Dakka, seorang Pengabar Berita dari alam rahim akan menceritakannya padamu lewat novel ini. terampilnya Fahd dalam menyajikan kisah membuat jemari tak henti membuka lembar demi lembar dan memaknainya.
      hadirnya Rahim dapat menjadi pencerahan bagi sebagian manusia yang lupa akan masa penting dalam hidupnya, masa di alam rahim. Rahim memberikan pelajaran-pelajaran ringan namun sangat berarti dalam memaknai kehidupan. bahasanya yang ringan membuat Rahim dapat dibaca oleh remaja yang menjadi sasaran utama penulisan novel ini, terutama remaja perempuan, supaya lebih menghargai kehidupan, menjaga rahim. Kelebihan novel ini adalah penulis mampu menghadirkan kisah yang sekaligus mengajarkan pendidikan seks kepada remaja,.
      Novel ini ditulis untuk semua manusia yang lupa akan masanya di alam rahim, meraih pelajaran-pelajaran, nasihat nasihat yang terlupakan. jika anda ingat maka anda tak perlu membaca novel ini.

0 tanggapan:

Poskan Komentar

tulis komentar